We’ll Miss You, Qiez!

kemaren..
serasa ga percaya pas denger kabar itu, ga nyangka kamu harus dipanggil secepet itu

masih inget pas dulu kita pertama ketemu, waktu itu di ciwalk pas gath YLB haloween kan? O iya, waktu itu kita sama-sama baru ikut gath pertama kali ya, sama Michan juga. Abis itu kamu jadi salah satu yg rajin ikutan gath, jauh-jauh dari jatinangor, tapi pulangnya tetep aja minta anterin sama om Tyo.. hehe

waktu pas gath ke IDS juga seru banget tuh, kamu dibully terus sama anak-anak, apalagi yang pas kamu nabrak pintu itu.. haha. Waktu itu juga kita foto-foto banyak banget kan, tapi sayang datanya pada ilang ya yang di kamera kamu itu. Pas pulangnya inget ga kita bela-belain duduk di bangku paling depan berdua biar bisa nonton Persib, tapi yaa tetep aja ujung-ujungnya mah ga bisa nonton.. 😦

o iya kamu inget juga ga waktu kita pura-pura pacaran? waktu itu kan di YL Bandung lagi rame tuh yang pada cinlok kaya Mpit sama Michi, terus Very sama Nisa, nah kita ikut-ikutan manasin deh jadi pasangan ketiga.. hahaha. Screenshotnya juga masih ada nih:

Image

abis itu kamu ga pernah ikutan gath lagi ya? sama sih aku juga jarang-jarang ikutnya. paling kita cuma bisa komunikasi lewat fb, twitter, sama blog.

kalo ngomongin masalah blog, aku dulu terinspirasi banget sama blog kamu yang ini http://atashinoraifu.blogspot.com. hampir setiap tulisan yang kamu buat pasti bercerita tentang kehidupan, tentang bagaimana menjalani kehidupan yang keras, dan mensyukurinya sebagai anugerah dari Allah. Di blog tumblr kamu yang ini http://qibilQi.tumblr.com juga kamu selalu bercerita tentang itu.

Satu hal yang mungkin terlewat, kamu ga sempet ikutan proyek #YUI17Melodies. Entah kenapa waktu proyek pertama dulu aku ga ngasih tau, padahal kamu jago banget bikin cerita-cerita kaya gitu. Dari kemaren rencananya pengen ngajakin kamu buat ikutan proyek yang kedua, tapi kenyataan berkata lain.. 😥

Satu hal lagi yang pastinya selalu aku inget, kita selalu musuhan kalo jagoin tim bola. Waktu piala dunia 2010 kamu jagoin Spanyol kan, sampe tiap malem kayanya kamu ga tidur-tidur buat nonton bola. Kalo di liga inggris kamu pasti jagoin chelsea, sampe pernah waktu chlesea lawan MU kita saling serang di Twitter. Waktu itu MU yg menang, tapi kamunya malah ketiduran di babak 2.. licik.. hahaha

“If life is easy, where would all the adventures be?”

kalimat itu yang selalu aku inget dari dulu, kalo inget kalimat itu pasti inget kamu. Kalimat itu jugalah yang mungkin selalu menjadi moto hidup kamu, dan pastinya akan banyak menginspirasi semua orang. Rasanya bukan kebetulan jika kamu menaruh kalimat itu sebagi profil picture abadi di Facebook kamu.

Ya Allah.. kenapa begitu cepat kita kehilangan orang seperti kamu?
Kita pasti akan selalu merindukan sosok yang selalu ceria dalam hidupnya, selalu bersemangat, tidak pernah minder, dan selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam hidupnya..

Maafin aku yang selama ini banyak salah, sering ngeledikin pendek, tembem, mirip maruko.. tapi kamu ga pernah marah..
Maafin juga kemaren ga bisa ngejenguk pas kamu sakit, pas kamu berjuang untuk kembali membuka matamu di dunia ini..

Kita semua sayang kamu, tapi Allah pasti lebih sayang sama kamu..
Tidur yang tenang di sisi-Nya, Insya Allah kita pasti akan bertemu lagi suatu saat nanti..

“Ya Allah, Ampunilah dia, maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia, luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), serta pasangan (di Surga) yang lebih baik daripada pasangannya (di dunia), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”

Image

Image

Image

Bilqisti Qiyamul Haq
17 Juni 1991 – 18 Januari 2013

Advertisements

Gadis Yang Dirantai

Demi siapa aku hidup?
Untuk apa aku hidup?

Kata-kata itu terus terngiang di pikiranku sepanjang malam ini. Aku, Najma, 13 tahun, seorang yatim piatu yang hidup di negeri yang penuh dengan peperangan. Malam ini aku terus berjalan melewati jalanan Gaza yang sepi sambil memandangi langit yang dipenuhi oleh taburan bintang. Aku terus berjalan ke arah utara agar tetap bisa memandang gugusan bintang Andromeda1, gugusan bintang yang paling aku sukai.

Sewaktu kecil ibuku sering mengenalkan kepadaku berbagai macam gugusan bintang yang ada di langit malam. Tapi aku paling suka pada rasi bintang berbentuk huruf A, ibuku bilang itu namanya Andromeda, gugusan bintang itu hanya terlihat di langit utara setiap musim gugur.

Dinginnya angin malam benar-benar menusuk kulitku. Sejenak, aku mengencangkan syal hijau yang terikat di leherku. Syal ini adalah satu-satunya peninggalan ayahku. Dia sering memakai syal ini ketika pergi berperang melawan tentara Israel. Namun ditangan para tentara itu pulalah ayahku meninggal, begitu pula dengan ibu dan adikku, mereka menjadi korban roket yang membombardir perkampunganku.

Semenjak kematian orang tuaku, aku selalu hidup dalam ketakutan. Suara senapan dan ledakan bom hampir selalu kudengar sepanjang hari. Aku hanya bisa berdiam di tempat persembunyian bersama anak-anak yang lain, karena orang-orang dewasa melarangku untuk pergi. Setiap hari kami terus dihantui terror, tangisan, serta kematian.

Aku terus bertanya pada diriku sendiri untuk apa aku hidup. Setiap hari aku selalu merasa terpenjara, apakah aku dilahirkan untuk ini? Bukankah manusia dilahirkan untuk bebas? Aku ingin sekali merasakan kebebasan seperti anak-anak yang lain. Namun apa daya, aku terus hidup dalam kurungan, dirantai oleh ketakutan dan kesedihan.

Malam ini aku kabur dari camp persembunyian. Aku tahu sangat berbaaya bagi seorang anak kecil sepertiku untuk keluar di malam hari. Tapi aku tak perduli, aku hanya ingin merasakan kebebasan. Dan yang paling penting aku ingin melihat kelipan gugusan bintang Andromeda di langit sana.

Malam semakin larut, aku terus berjalan menyusuri jalan dipinggir kota ini. Tidak ada satupun tanda-tanda kehidupan disini. Aku tak hentinya memandangi langit, sambil sesekali berlari-lari kecil sambil melompat-lompat untuk mengusir hawa dingin yang menyelimutiku. Seperti ada sebuah beban yang lepas, aku merasa sangat bahagia malam ini.

Apakah bintang-bintang itu akan kembali lagi besok? Ah, entahlah, aku tak tahu apa yang akan terjadi esok hari. Bahkan aku pun tak pernah tahu apa yang akan terjadi pada diriku besok. Tapi aku tak perduli, sekarang aku hanya ingin menikmati malam ini bersama kilauan cahaya bintang. Aku bahagia sekarang.

It’s happy line…

*****

Dorr..!!

Sebuah peluru tepat menembus dada seorang gadis kecil. Ia langsung tumbang, bajunya memerah berlumuran darah.

“Kenapa kau tembak anak kecil itu?” bisik seseorang berbaju tentara kepada temannya.

“Dia memakai syal Hamas, mungkin dia seorang mata-mata” jawab temannya.

“Tapi dia kan anak perempuan?” Tanyanya lagi setengah membentak.

“Sama saja, suatu saat dia juga akan melawan kita, dan mungkin akan membunuh kita. Bukankah lebih mudah membunuh anak singa daripada membunuh induknya, benar kan?” jawabnya lagi.

Dijalan itu, seorang anak perempuan terkulai tak bernyawa. Namun ia tampak tersenyum, wajahnya memandang kelangit utara Gaza, ke arah gugusan bintang yang bersinar paling terang malam itu, gugusan Andromeda, gadis yang dirantai.

________________

1Andromeda adalah suatu rasi bintang yang melambangkan putri Andromeda, seorang figur wanita dalam mitologi Yunani yang dirantai pada sebuah batu untuk diumpankan pada seekor monster laut.

Tulisan ini dibuat untuk proyek #YUI17Melodies,
dengan tema lagu YUI – It’s Happy Line

Dimana Bunda?

Dimana bunda?
Aku ingin bertemu bunda

Aku berlari menghampiri kakakku. Dia adalah satu-satunya saudaraku dan satu-satunya orang yang selalu mendengarkan keluh kesahku.

“Kakak, aku pengen ketemu bunda,” ucapku padanya.

Ia hanya tersenyum. Mungkin ia sudah bosan mendengar pertanyaanku ini, ia juga mengkin sudah bosan untuk memberikan jawaban yang sama. Berkali-kali kakakku itu hanya menjawab kalau bunda sedang pergi, sedang bekerja. Mulanya aku percaya, tapi entah kenapa hingga aku menginjak usia 18 tahun bunda belum pernah sekalipun pulang ke rumah. Sejak kecil aku hanya tinggal bersama nenek dan kakak perempuanku. Kata kakakku, ayahku sudah meninggal ketika aku masih dikandungan, dan ibuku pergi bekerja ketika usiaku baru satu bulan.

“Nanti juga bunda pulang de, nanti kalau kamu udah gede,” jawab kakakku.

Aku sama sekali tidak puas dengan jawabannya.  “Aku kan udah gede kak, emang bunda kerja dimana sih? Apa emang bunda udah ga sayang lagi sama aku, masa sih udah 18 tahun ga pernah pulang, ga pernah nanyain kabar anaknya? Mendingan aku ga punya bunda aja deh daripada kayak gini mah”

Mata kakakku berkaca-kaca. Tanpa sepatah katapun ia langsung berlari ke kamarnya, dan membanting pintu dengan kerasnya. Aku tercengang. Baru kali ini aku melihat ia sangat marah padaku. Aku kembali mengingat-ingat apa yang baru saja ku katakan. Apakah itu sangat menyakitinya? Batinku. Nenekku yang sedari tadi sedang sibuk memasak langsung menghampiriku.

“Kakakmu kenapa nak?” Tanya nenekku.

Aku menceritakan padanya apa yang sudah kukatakan pada kakakku. Seketika nenekku langsung memelukku. Air mata langsung membasahi pipinya.

“Mungkin sudah saatnya nenek memberitahu siapa ibumu nak,” ucap nenekku, “Kakakmu adalah ibumu.”

Aku tertegun. Aku tidak mengerti apa yang baru saja dikatakan oleh nenekku.

“Ya, dialah ibumu. Dialah yang melahirkanmu. Dulu dia melahirkanmu ketika usianya baru 15 tahun. Jadi dia merasa lebih pantas menjadi kakakmu daripada menjadi ibumu,” tambahnya dengan suara terisak.

Dalam kebimbangan aku langsung berlari menuju kamar kakakku. Sekarang aku baru menyadari kenapa ia marah padaku. Perlahan kubuka pintu kamarnya, kulihat ia sedang duduk dan menangis diatas kasurnya. Dadaku terasa sangat sesak, aku berusaha sekuat tenaga untuk mengucapkan kata itu, kata yang baru pertama kali aku ucapkan seumur hidupku.

“Bunda…”

Kesedihan itu terasa hangat
Jika kita bergandengan
Kelembutan itu jika aku berada di sampingmu
Aku bisa bermanja

Hey, mungkin aku bahagia
Karena aku memilikimu..

Maafkan aku kakak, maafkan aku bunda…

_____________________

Tulisan ini dibuat untuk proyek #YUI17Melodies,
dengan tema lagu YUI – to Mother

Kutipan lirik lagu diatas diambil dari lagu YUI – to Mother

Menunggu Hujan

Aku masih tetap terpaku memperhatikannya yang sedari tadi tampak sibuk dengan buku tebal itu. Sesekali ia tersenyum kepadaku, sambil menawarkan beberapa buku yang ia bawa agar aku tidak hanya termangu memperhatikannya. Entah untuk keberapa kalinya aku memenami gadis itu disini, di perpustakaan kampusku yang selalu sepi. Entah untuk keberapa kalinya juga hujan selalu mengguyur setiap kami berada disini.

Hampir dua jam berlalu, namun gadis itu masih tetap tenggelam dalam buku yang dibacanya. Akupun begitu, aku tetap memandangi wajahnya yang tampak kontras dengan siluet kaca jendela yang berembun karena derasnya hujan. Kerudung biru yang selalu ia pakai seakan melengkapi keceriaan yang selalu terpancar dari wajahnya. Selalu menentramkan hati, sebiru lautan, secerah langit di pagi hari.

“Kamu ga bosen apa bengong terus?” Suaranya tiba-tiba memecah lamunanku.

“Ngga, aku lagi males ngapa-ngapain, pengen ngeliatin hujan aja,” jawabku sambil tersenyum kepadanya.

“Ya sudah kalau begitu, nungguin hujan reda aja ya baru kita pulang”

Aku mengangguk. Dengan cepat ia kembali terhanyut dalam buku tebal itu. Sampai seribu tahun pun aku tidak akan pernah bosan menunggumu disini, batinku.

Aku menarik tas yang kusimpan dibawah meja. Tanganku mencoba mengambil sesuatu dari dalam tas itu. Sebuah kado. Sebenarnya hari ulang tahunnya sudah lewat beberapa hari yang lalu. Namun aku belum sempat memberikannya. Sekarang aku bukan hanya ingin memberinya kado, tapi aku juga ingin mengungkapkan sesuatu. Sesuatu yang selalu tertahan oleh derasnya hujan, dan tak pernah aku ungkapkan.

“Happy birthday, sorry ya telat ngasih kadonya,” ucapku sambil aku menyodorkan kado itu.

“Waah makasiih, tapi ulang tahunku kan udah lewat, berarti kamu harus bayar denda,” ia tertawa kecil sambil memperhatikan kado itu.

“Waduuh, dendanya apa nih?”

“Hmmm.. apa ya?” ia memiringkan kepalanya, seakan sedang memikirkan sesuatu. “O iya, kata orang kan sekarang hari valentine, berarti kamu harus ngasih aku coklat hahaha”

“Iya iya, ntar aku kasih kamu choki-choki” jawabku sambil tertawa.

“Huuuu, ga mau”

Sejenak ia melihat ke arah jendela, melihat tetesan hujan yang mulai mereda. Aku menarik nafas. Aku kehabisan kata-kata. Hal yang selalu terulang setiap kali awan hitam itu kehabisan tetes air untuk membasahi bumi. Aku kembali menarik nafas, mencoba menyembunyikan wajahku yang mulai tampak panik.

“Aku mah dari lahir juga ga pernah loh dapet coklat pas valentine,” Aku mencoba memulai topik pembicaraan baru untuk mencairkan suasana.

“Makanya kamu punya pacar doong,” ucapnya dengan nada bercanda.

“Ah kamu juga ga punya pacar tuh”

“Aku mah emang ga mau pacaran dulu”

“Emang kenapa?”

“Yaa ngga mau aja,” jawabnya dengan datar.

“Ya udah aku juga ga mau pacaran dulu”

“Diih ikut-ikutan aja, emangnya kenapa?”

“Ya soalnya cewek yang aku suka lagi ga mau pacaran dulu katanya”

Sesaat ia tertegun mendengar apa yang baru saja aku ucapkan. Senyum kecil mengembang dari bibirnya. “Cewek itu aku maksudnya?”

“Iih ge-er banget sih, emangnya cewek yang lagi ga mau pacaran kamu doang?”

“Oh gitu ya, kalau sekarang aku mau pacaran gimana?”

“Kalau kamu mau pacaraan, hmmm kamu mau ga kalau jadi pacar aku?”

Aku tersentak. Aku seakan tidak mempercayai apa yang telah aku katakana. Tanganku tiba-tiba bergetar.

“Hahaha aku bilang kan ‘kalau’, sebenarnya kan aku ga mau pacaran,” ia tertawa sangat puas.

Aku tertawa kecil. Ia tampak kembali sibuk membuka-buka buku yang dipegangnya, walaupun sebenarnya aku tahu itu hanya untuk menyembunyikan wajahnya yang tampak sedang memikirkan sesuatu.

Hujan akhirnya reda. Kami memutuskan untuk pulang. Aku masih tidak percaya akan apa yang telah aku katakan. Berkali-kali aku mecoba meyakinkan diriku bahwa itu adalah hal yang biasa, aku sudah terbiasa ditolak, dan aku sudah yakin bahwa hal ini lah yang bakal terjadi.

Aku menyempatkan diri membeli coklat di minimarket. Entah kenapa coklat yang kubeli kali ini tidak ada rasanya, hambar. Aku mencoba meyakinkan diri bahwa coklat ini memang rasanya benar-benar hambar, bukan hambar karena perasaanku saja. Tiba-tiba handphone-ku bergetar. Ada SMS masuk dari dia, dengan cepat aku langsung membukanya.

Aku sekarang mau pacaran, berarti kamu mau kan jadi pacar aku?
nb: ga pake ‘kalau’ yaa 🙂

Hatiku bergetar. Aku kembali berjalan sambil memandang langit yang masih menyisakan awan hitam di ujungnya. Perlahan coklat yang aku makan mulai terasa manis, sangat manis. Semanis cinta yang baru bersemi, semanis tanggal empat belas di bulan Pebruari.

Ditulis untuk proyek #YUI17Melodies,
dengan tema lagu YUI – Shake My Heart

I Left You

Image

Don’t hide your pain
Someday you’ll forget him
Words of comfort and grief
Blow through me and leave

Soon you’ll begin
To see how we’ll get through this
Our home our life built ahead
Will fall for nothing my love…

Just feel me on
Just dear be strong
Just feel me on
I left you
Let the whole world believe that’s true…

I’ve seen so many roads
That lead to where hope surrenders
But stay as strong as the weeds
You never know dear
What life tweeds

Find your new strength
Find your only answer
When fate loses its way
We’ll find each other again someday

Just feel me on
Just dear be strong
Just feel me on
I Left You let the whole world believe
I Left You and they’ll never believe that’s true

Just feel me on
Just dear be strong

by: Remedios (Insert song in the last eps of Anohana)

Mungkin aku sudah tidak mencintai dirimu lagi, karena yang kucintai selama ini hanyalah bayanganmu

Nikmatilah keadaan ini, saat ketika kamu disukai, dicintai, bahkan digilai oleh banyak pria..

Aku akan tetap di sini, terpaku menatap sesosok makhluk tuhan yang cantik jelita
Aku takkan berpaling, hingga tiba masa ketika satu persatu pria itu meninggalkanmu..

Tidak. Aku tidak berharap kamu berpaling kepada diriku
Aku juga tidak berharap kamu akan mencintaiku
Aku hanya ingin kamu memanggil namaku, walau hanya sekali saja..

Image

ketika aku mengirim ucapan selamat pagi, entah aku menjadi orang keberapa yang mengirimkannya..

dan ketika aku mengirim ucapan selamat tidur, entah berapa banyak ucapan lagi yang akan kamu terima hingga kamu benar-benar tertidur..

Dance in the Rain

“Life isn’t about waiting for the storm to pass, its about learning to dance in the rain.”

tumblr_m2j279Goqe1rsfnnro1_1280

Hidup Adalah Permainan

Hidup adalah permainan. Ada yang benar-benar menikmati permainannya, namun ada juga yang hanya mempermainkan dan dipermainkan oleh pemain lain.