Album kehidupan

Lembaran terakhir dari album foto itu tak hentinya ia tatap. Dua orang anak kecil dengan pita di rambutnya tampak tersenyum gembira sambil memegang piala.

“Kamu sekarang dimana Dewi? Kamu masih pengen jadi penyanyi ga, kaya Sherina yang kamu idolain waktu kecil itu?”

Afika tersenyum. Tangannya mengusap foto dua orang anak kecil itu, foto dirinya dan Dewi ketika menjuarai lomba menyanyi tingkat SD. Foto itu menjadi satu-satunya kenangan bersama teman masa kecilnya itu.

Dengan langkah gontai Afika beranjak dari tempat tidurnya. Tangannya meraih beberapa album foto lainnya yang tertumpuk rapi diatas meja. Sejak kecil, Ia memang sangat senang sekali mengoleksi foto-fotonya ke dalam sebuah album. Album-album foto tersebut seakan menjadi sebuah mesin waktu yang selalu membawanya kembali ke masa lalu. Entah kenapa sampai sekarang, walaupun teknologi modern sudah dapat menggantikan fungsi album foto itu, ia tetap lebih memilih untuk mencetak fotonya dan menyimpannya dalam sebuah album.

Afika kembali duduk diatas kasur. Ia mulai membuka album dengan sampul berwarna biru. Tiba-tiba gerakan tangannya terhenti ketika melihat foto 4 orang gadis dengan rok biru berpose di depan tulisan bioskop 21.

“Rina, Desi, Ika, kalian masih ingat kan waktu kita pertama kali nonton di bioskop? Waktu itu kita nonton film Ada Apa Dengan Cinta kan yah? Sampe kita ngumpet-ngumpet biar ga ketahuan si mamah.. hahaha”

“O iya, gara-gara kalian aku juga jadi ga pernah ikut lagi lomba nyanyi. Tiap aku mau ikut lomba, pasti kalian ngajak aku ke tempat latihan teater. Makanya gara-gara itu juga aku sekolah SMA-nya jadi ikut deh sama kalian biar bisa satu grup teater lagi”

Afika menutup album yang sedang ia buka. Dengan cekatan ia mengambil dan membuka album lainnya yang tergeletak disampingnya.

“Nah kalau ini waktu kita ikut lomba teater. Pokoknya grup kita pasti selalu jadi wakil sekolah tiap ada lomba tetaer. Kalian masih ingat kan cita-cita kita buat ikut lomba tetaer di luar negeri…”

Seketika, senyum getir menghiasi wajahnya. Tangannya yang halus mengusap pipinya untuk memastikan tidak ada air mata yang menetes dari matanya. Di album terakhir yang ia buka, hanya ada dua buah foto dirinya di depan gedung besar berwarna putih.

“Maafin aku, aku ga bisa ngewujudin cita-cita itu bareng kalian. Orang tuaku memaksaku buat kuliah disini…”

“Buburnya sudah dimakan de?”

Sebuah suara dari balik pintu membuyarkan lamunannya bersama foto-foto itu. Kakak perempuannya lalu muncul dari pintu tersebut. Ia membawa 2 bungkus plastik berisi buah-buahan.

“Ade pengen jalan-jalan kak, bosen di kamar mulu, temenin yuk!”

Akhirnya Afika dapat kembali merasakan segarnya udara pagi. Untuk pertama kalinya semenjak ia masuk ke kamar itu, kamar yang ia tinggali semenjak ia overdosis narkoba seminggu yang lalu.

“Emang kamu mau pergi kemana de?”

“Ade mau beli album foto baru kak”

Langkah gadis berambut panjang itu perlahan mulai menjauh dari rumah sakit tempat ia dirawat, seakan ia ingin segera meninggalkan dunia hitam narkoba yang menjeratnya selama setahun ini, dan menggantinya dengan kehidupan yang baru.

~ I went out to a sunny field and clenched my fists.
I’ll smash that time and place. I can change my life.. ~

____________________

Cerita ini dibuat untuk proyek #YUI17Melodies,
dengan tema lagu YUI – LIFE

Kutipan lirik lagu diatas diambil dari lagu YUI – Life

Advertisements

Tags:

About Vortex27

The special one wannabe..

7 responses to “Album kehidupan”

  1. myalizarin says :

    Bagus ceritanya! 😀

    Cuma ada beberapa typo. Huehehe…

  2. Vortex27 says :

    teman2nya masih dikampung halamannya,
    cuma afika doang yg ke kota, soalnya dia udah juara bebestar..
    wakakakkak.. XD

Trackbacks / Pingbacks

  1. [Tema 1] Album Kehidupan | #YUI17Melodies - February 14, 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: