Pak Koboy

Angin siang itu berhembus dengan kencang, diselingi dengan deburan ombak yang menambah merdu irama alam di pantai itu. Dengan riangnya dua orang gadis melompat-lompat sambil bernyanyi dibawah teriknya matahari. Lagu-lagu favorit mereka seperti Summer Song, Laugh Away, dan Sea terus mereka nyanyikan berulang-ulang. Sesekali mereka berlari ke arah ombak hanya untuk bermain-main dengan buih yang berhamburan.

“Akhirnya kita bisa liburan juga ya may,” celoteh Dina.

“Iyaaa, untuk sementara kita bisa bebas dari cengkraman Pak Kumis hahaha,” balas Maya.

Dina tertawa lantang, “Bukan pak kumis tau, tapi pa koboy, dia kan kalo kemana-mana suka make topi koboy, jadi mirip kaya sheriff di film-film koboy gitu lah.”

“Masa kemaren gue dikasih nilai D sama dia, jadi males deh gue bimbingan sama dia, mending kabur kesini,” Ucap Maya sembari membuat jejak kaki di pasir pantai yang basah karena ombak.

“Iya gue juga belum nyerahin revisi proposal nih sama dia hahaha,” tambah Dina sembari mengikuti temannya membuat jejak kaki.

Kedua sahabat itu kemudian berlari-lari kembali di sekitar pantai. Mereka seakan ingin melepaskan beban yang sudah menumpuk di kepala mereka selama setahun belakangan ini. Menjadi mahasiswa tingkat akhir benar-benar membuat mereka jenuh, tiada hari tanpa tugas dan bimbingan. Dengan modal nekat akhirnya mereka bisa melepaskan kepenatan mereka dengan pergi ke pantai ini, pantai yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kampus. Ditambah matahari yang terik di musim panas ini benar-benar menambah sempurna liburan mereka.

Setelah merasa lelah berkeliling pantai, kedua gadis itu memutuskan untuk istirahat sejenak di sebuah kedai yang menjual berbagai macam makanan. Kedai itu tampak cukup ramai, hanya tinggal beberapa meja saja yang belum terisi. Setelah memesan es kelapa muda, mereka kemudian duduk di meja yang terletak di ujung.

“Jadi lu kapan rencananya mau ngumpulin revisi proposal?” Tanya Maya.

“Aduuuh, udah deh jangan ngomongin itu, pusing gue kalo inget kumis hahaha” celoteh Dina sambil terkekeh.

“Hey,” seseorang tiba-tiba menepuk pundak Dina dari belakang, “ternyata kalian lagi disini juga ya?”

Dina dan Maya menoleh. Terlihat seorang lelaki berbadan tambun, berkumis, dan memakai topi ala koboy berdiri didepan mereka.

“Eh, ada bapak..”

 

Ditulis untuk proyek #YUI17Melodies,
dengan tema lagu YUI – Summer Song

Advertisements

About Vortex27

The special one wannabe..

Trackbacks / Pingbacks

  1. [Tema 5] Pak Koboy | #YUI17Melodies - February 18, 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: